Lluvia

Sudah dua minggu berlalu sejak UAS terakhir berlangsung. Terus kenapa? Emangnya ada yang istimewa? Gak ada sih sebenernya. Tapi ada sesuatu yang bakalan membuat jantung berdebar gak karuan nih. Yuhuuu nilai seluruh mata kuliah akan bertaburan di palawa. Memang ini nilai pertamaku karena emang baru semester satu hehehe. Keseluruhan nilainya sebenernya gak buruk-buruk banget sih, tapi aku belum merasa melakukan yang terbaik. It's ok besok bisa diperbaiki.

Terlepas dari perasaan mendebarkan saat buka palawa, aku tiba-tiba pengen cerita kenapa blogku aku kasih nama lluvia. Mungkin temen-temen belum tau ya lluvia tu apa sih? Sebenernya lluvia itu bahasa Spanyol yang artinya hujan.

Terus kenapa hujan menjadi pilihan? Karena aku selalu merasa tenang kalo lagi hujan. Oh iya, perlu aku perjelas ya, hujan yang membuat aku tenang itu bukan hujan yang deres pake petir dan kilat gitu. Melainkan hujan yang deres, tapi gak pake petir dan kilat. Jadi syahdu gitu lho rasanya.

pict source : click here!

Setiap hujan turun, rasanya kayak ada banyak ide berputar-putar di kepalaku. Entah apa pun itu idenya, pasti ada aja yang muncul. Bukan cuma memunculkan banyak ide aja, hujan juga bikin mood aku bagus (untuk beberapa kasus, hujan juga bisa bikin bete sih haha). Tapi sejauh ini kebanyakan hujan bikin aku seneng. Itulah sebabnya kebanyakan cerpen yang aku bikin setting nya pasti pas lagi hujan.

Hujan selalu bikin aku lebih memaknai sesuatu. Saat hujan tiba adalah saat di mana hatiku tiba-tiba berubah melow hahaha. Emang dasar anaknya melow ya 😁 Tapi ya itu sih intinya, hujan tu bikin aku nyaman banget. Itu sebabnya aku kasih nama blog ini "hujan" dengan harapan aku bisa selalu nyaman nulis di sini dan bisa menghasilkan karya yang seenggaknya bisa dinikmati orang lain. Ya walaupun aku menyadari, tulisan di blog-ku masih agak random gitu karena memang belum punya bahan untuk dituangkan di sini. Semoga ke depannya bisa punya bahan yang agak bermutu ya hehehe. Happy writing, peeps! 💙

Share:

0 comments