Best Purchase in 2022 or My Journey to become a Bookworm? You decide.

Bermula dari keresahanku yang bosan dengan rutinitas..

Selama menjalani internship di perantauan, 9 jam waktuku kuhabiskan di kantor. Sampai kos udah sibuk mengurus baju-baju kotor yang harus dicuci, mikir nanti malem mau makan apa, nyuci piring dan gelas kotor, dan berbagai kesibukan rutin lainnya, dilanjut tidur pukul 21.00 (harus banget tidur cepet karena masuk kantornya jam 07.00 haha). Biasanya kalau udah penat banget aku nonton film, tapi lama kelamaan aku bosan juga melakukan hal itu.

Karena udah supeeeer bosan, aku mulai mikir kira-kira hal apa yang bisa kulakukan di tengah-tengah kesibukan dan bikin happy. Lalu aku iseng baca-baca twitter terkait buku. Yep aku emang dari dulu sukaaa banget sama buku. Aku juga gak inget gimana awalnya aku suka baca buku. Tapi aku inget banget, dulu pas aku masih belum bisa baca (mungkin aku masih TK kecil), setiap kali mau tidur malem, aku, ibu, dan masku suka baca buku cerita hadiah dari susu Dancow. Bukunya bergambar, sangat menarik untuk anak seumuran aku pada saat itu. Kayak gini bentuk bukunya:

pict source: click here!

Dulu awalnya aku belum bisa baca, jadi biasanya dibacain ibu atau masku, atau malah kadang gak dibaca sama sekali dan cuma dilihat gambarnya aja. Tapi lama-lama aku ada keinginan untuk bisa baca sendiri karena pingin memahami ceritanya. Nah karena pingin banget bisa belajar baca, setiap kali aku pergi sama orang tuaku, aku selalu minta dibeliin buku yang khusus untuk belajar membaca hahaha. Saking semangatnya belajar, kadang aku bisa berjam-jam duduk di meja sambil menghabiskan isi buku. Makanya aku cukup boros juga perkara beli buku untuk belajar baca ini.

Akhirnya aku mulai sedikit lancar membaca. Aku coba kembali membaca buku dongeng Dancow yang selama ini tidak kupahami ceritanya. Ya usahaku memang gak sia-sia sih hihihi. Aku bisa baca buku cerita itu dengan lancar dan bonusnya pun aku jadi orang pertama di kelas TK-ku yang udah bisa baca.

Aku agaknya merasa bangga waktu itu haha karena aku udah jago baca dibandingkan temen-temenku yang lain. Bahkan guru TK-ku mempercayakan aku untuk mengajari temen-temen membaca. I'll never forget that good old day.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan membacaku agak berkurang karena udah jarang beli buku lagi. Hingga suatu ketika, saat aku SD (mungkin sekitar kelas 2 atau 3), aku bermain ke rumah tetanggaku dan aku melihat setumpuk buku novel di kamarnya. Aku yang dulu saat TK suka banget baca buku, melihat tumpukan buku tertata rapi di rak begitu bikin aku seneng banget! Akhirnya aku coba pinjam salah satu bukunya. Gak disangka-sangka, aku tenggelam dalam cerita di buku itu. Kesukaanku dengan buku balik lagi deh hahahaha. Aku minta orang tuaku beliin buku novel, dan jujur aja aku udah beli buku banyak banget yang sampai sekarang masih tertata rapi di kamarku. Jangan heran, saking sukanya dengan cerita fiksi, aku sampai diikutsertakan dalam lomba Minat Baca yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Jujur lombanya seru banget karena peserta diharuskan membaca sebuah buku yang nantinya harus diceritakan kembali dengan gaya bahasa masing-masing peserta. Pada seleksi awal, peserta diminta untuk menuliskan cerita yang didapatkan dari buku yang sudah dibaca hanya dalam beberapa halaman saja (kayak bikin cerpen, versi singkatnya cerita dari buku). Setelah lolos, peserta terpilih diminta untuk menceritakan kembali secara lisan di hadapan para juri. Jadi intinya, ini adalah lomba bercerita hahaha. And fortunately, aku juara 1!


Karena juara 1 dan dapet piala segede gaban di usiaku yang masih 'belia', akhirnya ibu langsung ngajak aku ke studio foto untuk mengabadikan momen ini. Aku bersyukuuuur banget ibuku punya ide brilian itu karena ternyata hal ini memorable banget!!

Sampai SMP, kesukaanku membaca buku (khususnya novel/fiksi) masih tetap berjalan. Kadang aku minta dibeliin buku ke orang tua, atau kadang aku pinjam/baca buku di perpustakaan. Tapi memang intensitasnya agak berkurang karena udah capek belajar hahaha. Gara-gara aku sering baca novel, secara tidak disadari aku jadi bisa membuat cerpen. Kayaknya guruku melihat potensi itu. Makanya aku disuruh ikut lomba FLSSN Cipta Cerpen yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga pas aku kelas 7 SMP. Pas di tingkat kabupaten kebetulan Juara 1. Kemudian lanjut ke tingkat provinsi, dapet juara 2, jadi perjalanan lombaku sampai di situ aja. Tapi kayaknya guruku belum menemukan kandidat penulis cerpen lagi di tahun berikutnya hahaha. Jadi pas aku kelas 8 SMP, aku disuruh ikut lomba yang sama lagi. Tapi sayangnya, nasib lombaku masih sama. Juara 1 di kabupaten dan juara 2 di provinsi, jadi gak bisa lanjut ke nasional.

Yah meskipun begitu, kecintaanku dengan buku kayaknya belum hilang. Saat diriku udah memasuki fase SMA, aku udah gak pernah beli buku lagi, menyadari kalau orang tuaku akan kewalahan kalau mengeluarkan banyak uang demi beliin buku buat aku. Jadi aku mencoba cari ide, gimana caranya aku bisa baca buku gratis. Hal pertama yang terlintas ya tentunya pinjem buku di perpustakaan ya. Lalu hal kedua yang aku temukan adalah baca buku di Wattpad. Yup, Wattpad itu aplikasi yang mewadahi orang-orang untuk menulis novel, jadi ya gratis hahaha. Makanya aku baca dari situ aja.

Lalu memasuki fase perkuliahan. Waktu masih jadi mahasiswa baru, aku lihat ada challenge menulis kilat yang diadakan Storial.co setiap minggu. Aku semangat banget pingin ikutan! Akhirnya aku join dan menuliskan cerpenku di blog ini (klik di sini untuk membaca). Gak disangka-sangka juga, ternyata aku terpilih jadi top 3 cerita terbaik! Hahahaha it really was a good experience for me!  Tapi karena kesibukan kampus semakin padat, aku udah mulai melupakan hobiku membaca buku. Sampai akhirnya pas aku udah lulus kuliah, kan ada waktu senggang tuh selama aku cari pekerjaan. Walaupun aku jadi asisten dosen, tapi tetep aja waktu luangku masih banyak. Jadi aku coba mikir gimana caranya biar aku gak bosen. Akhirnya jiwa-jiwa penyuka buku ini kembali teringat kalau aku suka novel. Jadilah aku bela-belain dateng ke perpustakaan daerah untuk pinjam novel.

Sekarang, selama aku internship di Jakarta, aku sebenernya sibuk tapi bosen juga dengan rutinitas. Makanya aku kembali mencari pelarian dengan membaca buku. Beberapa kali aku mendatangi perpustakaan di Jakarta, tapi kupikir agak repot juga kalau harus dateng tiap weekend. Makanya aku buka-buka twitter, cari tau orang-orang kalau baca buku biasanya dari mana sih? Akhirnya aku menemukan tweet seseorang yang membahas tentang Gramedia Digital. Aku tergiur dan secara impulsif langsung ikut langganan. Tapiiii...ternyata that was the best decision ever!?! Aku ketagihan baca novel karena aksesnya super mudah. Aku tinggal buka HP, buka app Gramedia Digital, selesai deh. Aku bisa baca buku dimanapun tanpa harus berat-berat bawa buku fisik dan jujur ini lebih hemat daripada beli buku fisik hahaha. Jadi kupikir it was the best purchase in 2022 sih (aku beli langganan bulan Desember 2022). 

Anyway, kalau kalian punya rekomendasi buku (khususnya novel), hit me up yah! Thank youu!

Tags:

Share:

0 comments