Akhir-akhir ini ada saja kejutan dalam hidupku, baik yang menyenangkan maupun melelahkan. Namun, sejujurnya aku merasa beruntung dan bersyukur atas semua hal yang Allah hadirkan itu.
Selama 2026 ini, aku bertemu dengan beberapa orang yang silih berganti mengisi kehidupanku. Ada orang yang tipenya tenang dan sangat menjaga lisan. Ada juga orang yang tipenya 'eksplosif', ekspresif, dan semua hal dia ceritakan padaku. Bahkan ada juga orang yang tipenya datang hanya di saat-saat tertentu dan menghilang ketika dia sudah tidak memerlukanku.
Dari sekian banyak jenis manusia yang datang dan pergi, aku menyimpulkan satu hal. Mereka seolah terbagi menjadi dua kelompok: mereka yang selalu fast response dan mereka yang cenderung slow response saat membalas pesan.
Kalau boleh jujur, sebenarnya aku termasuk ke dalam grup orang yang fast response. Alasanku sederhana. Ketika aku tahu seseorang sedang menunggu jawabanku, selalu ada dorongan untuk segera membalasnya. Sederhana saja, aku hanya ingin menghargai mereka. Walaupun sebetulnya mereka juga belum tentu membutuhkan jawaban cepat dariku.
Tapi...beberapa kenalan memberiku saran supaya aku menjadi orang yang tidak terlalu 'tersedia' kepada siapa pun. Alasannya bermacam-macam. Namun, aku bisa tarik garis kesimpulan bahwa, menurut mereka, orang lain akan menghargai kita ketika kita tidak terlalu 'tersedia'.
Padahal aku menjadi orang yang fast response karena aku menghargai orang lain. Tapi kenapa perilakuku itu dianggap terlalu 'tersedia' dan bisa membuat orang lain tidak menghargaiku?
Bukankah seharusnya manusia itu diciptakan untuk saling menghargai? Bukankah penghargaan itu seharusnya tetap ada, terlepas dari apakah seseorang selalu tersedia atau tidak?
Entahlah.
Sampai detik ini aku masih belum menemukan jawabannya. Aku hanya berharap dunia tidak sampai pada titik di mana seseorang harus berpura-pura sibuk, berpura-pura sulit dijangkau, atau berpura-pura tidak peduli hanya agar dirinya dianggap berharga.
Karena menurutku, bukankah akan jauh lebih indah jika manusia bisa saling menghargai tanpa syarat?
